Tubuh sehat adalah tubuh yang memilikicukup nutrisi dan terbebas dari penyakit. Nutrisi tubuh berasal apa yang dikonsumsi oleh orang tersebut. Jikalau tubuh kekurangan nutrisi, maka tubuh akan mengalami degradasi kekebalan tubuh. Oleh sebab itu, tubuh akan mudah terserang penyakit. Ketika tubuh sakit, maka akan fisik menjadi lemah dan pada akhirnya akan menghambat segala aktifitas yang seharusnya bisa dilakukan ketika dalam kondisi sehat.
Jika kita analogikan pernyataan di atas dengan ruhyah, maka tidak akan jauh berbeda dengan jasadiyah. Namun, yang menjadi nutrisi di sini adalah amal yaumi (amal/ ibadah sehari-hari). Beberapa amal yaumi yang bisa dilakuakan antara lain adalah: menjaga kontinuitas shalat berjamaah di masjid, membaca Al-Quran, shalat dhuha, shalat tahajjud, puasa sunah senin kamis, bershadaqah, menghafal Al-Quran, membaca buku Islami, dan lain sebagainya.
Ketika ruhyah tidak diisi dengan nutrisi (amal yaumi) yang cukup dan berkesinambungan, maka akan mengalami penurunan kualitas semangat dan pada akhirnya akan menjadi penghambat dalam aktifitas kebaikan sehari-hari. Maka tak heran kalau kita melihat seseorang yang hari ini ia sangat soleh, tapi beberapa hari kemudian ia futur dan di hari-hari berikutnya ia kembali soleh.
Selain itu, kita juga tidak dapat pungkiri bahwa iman kita terkadang naik dan terkadang turun. Namun, yang menjadi perhatian di sini adalah bagaimana caranya membentengi diri agar iman ini tidak mengalami penurunan kualitas yang cukup drastis.
Ketahuilah saudaraku, cobaan yang kita alami akan berbanding lurus terhadap amal yaumi yang harus dijaga kontinuitasnya. Semakin berat cobaan yang dialami, maka seharusnya semakin meningkat pula amal yauminya. Karena sesungguhnya amal yaumi akan menjadi nutrisi dalam menjaga semangat dalam menjalani aktifitas sehari-hari.
Setiap menghadapi segala macam hambatan atau masalah ketika menjalani kehidupan ini, janganlah terlalu cepat menyalahkan keadaan. Seharusnya, ketika masalah dating menghadang, tanyakan pada diri sendiri apa yang telah kita lakukan sehingga masalah ini kenapa bisa menimpa diri kita. Karena yang paling mengetahui tentang diri kita adalah pribadi kita sendiri. Sama halnya ketika sedang sakit, misalnya sakit flu. Sebaiknya jangan terlalu buru-buru ke dokter atau ke apotik tuk mencari obat. Akan tetapi, lihat dulu penyebabnya kenapa kondisi tubuh bisa lemah, apakah karena pola makan yang tidak teratur atau pun kondisi lingkungan yang kotor. Maka perbaiki pola makan dan bersihkan lingkungan sekitar. Selanjutnya konsumsi makanan yang sehat dan perbanyak minum air mineral.
Setiap masalah yang dihadapi, tanyakan pada diri terlebih dahulu kepada diri sendiri apa solusinya dan senantiasa curhat kepada Allah serta sharing dengan saudara dan sahabat kita. Dengan begitu insyaAllah semua masalah bisa terselesaikan. Bukankah Allah telah menjanjikan kepada kita dalam surah Al-Insyirah yang artinya:
“Maka, sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan, sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.” (Al-Insyirah: 5-6)
Bayangkan, Allah menyebutnya sampai dua kali bahwa ada kemudahan bersama kesulitan. Dalam ayat yang lain Allah berfirman:
“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya.”
(Al-Baqarah: 286)
Saudaraku, mari senantiasa kita tingkatkan amal yaumi kita. Isilah hari-hari yang dilalui dengan nutrisi ruhyah yang terjaga kontinuitasnya. Jemput berkah Allah, karena sesungguhnya berkah Allah berada pada orang yang beriman kepadaNya dan senantiasa meningkatkan keimanannya. Tidak hanya meningkatkan keimanan pribadinya saja, namun juga mengajak saudara-saudaranya, sahabat-sahabatnya, dan orang-orang yang ada di sekitarnya tuk meningkatkan keimanan kepada Allah yang Maha Pencipta. Mari awali setiap langkah kebaikan dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih dan Penyayang. Semoga kita senantiasa diberikan petunjuk olehNya dalam setiap rintangan yang kita hadapi.
Wallahua’lam…
Tidak ada komentar:
Posting Komentar